Menu

FAQ

Q  : Mengapa POBIA? 

A : Fobia/Phobia dalam kamus Bahasa Indonesia memiliki arti perasaan takut berlebihan yang dirasakan seseorang terhadap situasi atau objek tertentu. Berbeda dengan POBIA disini merupakan akronim dari POJOK KEBAIKAN.

Q : Apa itu POBIA (POJOK KEBAIKAN)?

A : “POBIA” Pojok Kebaikan adalah Layanan Sosial Terintegrasi bagi Pemerlu Pelaynaan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan masyarakat umum. Dengan spirit VASUDHAIVA KUTUMBAKAM, “POBIA” berupaya menciptakan kebaikan, dengan konsep gotong royong dan menyama-braya kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan sosial, salah satunya  memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses dalam SATU WADAH layanan sosial dengan konsep  ONE STOP SERVICE.

Q : Meliputi Layanan apa saja dalam POBIA?

A : Layanan POJOK KEBAIKAN (POBIA) meliputi layanan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial dan jaminan sosial.

Q : Dimana alamat “POJOK KEBAIKAN”  (POBIA) ?

A : Menempati salah satu pojok ruangan di lingkungan Dinas Sosial Kota Denpasar, beralamat di Jalan Mulawarman Nomor 2 Denpasar Utara.

Q : Berapa jenis layanan POJOK KEBAIKAN (POBIA)?

A : Terdapat 15 jenis layanan internal masing-masing bidang Dinas Sosial Kota Denpasar yang diintegrasikan, antara lain :

  1. Layanan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
  2. Layanan Pengajuan Jaminan Kesehatan PBI
  3. Layanan Bantuan Alat Bantu Kesehatan
  4. Layanan Rekomendasi Pembuatan Akte Kelahiran bagi Anak Terlantar
  5. Layanan Penanganan Lansia Terlantar
  6. Layanan Penanganan dan Pelayanan Proses Rehabilitasi Rumah Berdaya
  7. Layanan Penanganan Gepeng, WTS dan Orang Terlantar
  8. Layanan Ijin Rekomendasi Undian Gratis Berhadiah (UGB)
  9. Layanan Ijin/Rekomendasi Pengumpulan Uang atau Barang (PUB)
  10. Layanan Rekomendasi Pendirian/ Perpanjangan Surat Tanda Daftar Yayasan (LKS) dan Panti (LKSA)
  11. Bantuan KUR bagi PPKS (Pemerlu Kesejahteraan Sosial) Produktif
  12. Layanan Penanganan Anak Terlantar
  13. Layanan Pendampingan Anak Berhadapan Hukum (ABH) Saksi/Korban
  14. Layanan Pendampingan Anak Berhadapan Hukum (ABH) Pelaku
  15. Pelayanan rujukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) Terlantar